‘’Bisa dibayangkan eks lahan sawit dan karet yang tanahnya masih keras itu tentunya belum subur, sehingga kalau diprosentase dari luas lahannya, hasil panennya masih tergolong belum maksimal,’’ujar Mujiburrahman.
Kendala lainnya jelas Mujiburrahman, draenase yang ada juga belum memadai dan lahan itu pernah kena banjir. Penanaman jagung di lahan BBU Margoyoso itu tidak sekaligus 27 hektar, tapi beransur-ansur.
‘’Kita juga sedang mengurangi kadar air dari jagung yang akan dijual, karena ketentuan dari Bulog kadar air pada jagung yang dibeli harus dibawah 14 persen. Untuk bibit kita pakai kualitas bibit Bisi Dua,’’terang Mujiburrahman.
Menyinggung berapa harga perkilogram jagung yang dibeli Bulog? Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Merangin itu mengatakan, untuk satu kilogramnnya dibeli Bulog dengan harga Rp 6.400,-.