Dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden secara tegas,bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri harus bermuara pada pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
tugas utama Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan yang responsif, humanis, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Apabila masyarakat telah merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan undang-undang,” demikian isi amanat tersebut.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan bahwa dinamika global saat ini, mulai dari rivalitas antarnegara, perang siber, kejahatan transnasional hingga ketidakpastian ekonomi dunia akibat konflik internasional, menuntut Polri untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi berbagai ancaman baru.
Karena itu, Presiden memberikan lima arahan strategis kepada seluruh jajaran Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme anggota, memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan publik.
Lanjut Amanat Presiden menegaskan" bahwa legitimasi Polri di negara demokrasi tak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Menurut nya “Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” tegas Kapolres saat menutup pembacaan amanat Presiden.