Debalang SAD Bukit 12 , Nuntun langsung memberikan klarifikasi demi membersihkan nama baik warga SAD yang belakangan terseret dalam pemberitaan tersebut.
Ia menegaskan, informasi yang menyebutkan adanya transaksi jual beli bayi senilai Rp20 juta maupun aksi penyerangan untuk merebut anak dari rumah dinas sosial tak benar.
Kami dari SAD datang ke sini untuk membersihkan nama baik SAD. Informasi yang bilang kami merebut atau membawa kabur anak dari rumah sosial itu tidak benar. Niat kami baik, kalau memang kami berniat melarikan anak, tidak mungkin saat ditelepon atau diundang kami langsung hadir," ungkapnya
Ia menjelaskan penitipan bayi tersebut murni didasari hubungan kekeluargaan. Ayah kandung sang bayi menyerahkan pengasuhan kepada kerabatnya karena kondisi orang tua yang berpisah sehingga ayah kandung kesulitan.
Terkait keberadaan anak yang sempat dibawa dari rumah aman, ia menerangkan, terjadi lantaran warga jenuh menunggu proses pertemuan dengan pihak orang tua kandung yang tidak kunjung datang, bukan dengan maksud melarikan.
"Posisi kami saat ini siap memfasilitasi pertemuan dan mediasi secara adat dan kekeluargaan. Dengan Harapan kami, dari ibu kandung dan bapak kandungnya bisa dihadirkan dan duduk bersama dengan kami serta pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan cepat segera selesai secara jelas dan terang