Sementra saksi lainnya yakni Abdurahman, Wakil Kepala SMK Negeri 1 Tanjung Jabung Barat menerangkan bahwa sekolahnya menerima dua paket alat praktik, yakni untuk program keahlian multimedia dan tata busana.
Ia menjelaskan, pengiriman peralatan tata busana dilakukan sekitar empat kali, sedangkan peralatan multimedia dikirim satu kali.
"Yang pengirim sampai empat kali itu karena ada beberapa barang yang belum ada," ujarnya.
Pada keterangannya, Abdurahman menyebut sejumlah peralatan tata busana dapat digunakan, tetapi ada pula yang tak terpakai dan mengalami kerusakan.
Gunting listrik portabel, misalnya, masih dapat digunakan. Sementara itu, gunting listrik tegak tidak digunakan karena kapasitasnya terlalu besar untuk kebutuhan pemotongan kain di sekolah.
Menurutnya, pihak sekolah sempat mencoba menggunakan alat tersebut, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan kebutuhan kain yang akan dipotong.