METRONEWS

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

0

0

jambiviral |

Sabtu, 02 Mei 2026 10:14 WIB

Reporter : Vritimes

Editor : Vritimes

Adapundi gelar literasi keuangan di Bali, dorong mahasiswa dan UMKM bijak gunakan layanan finansial digital.

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

PT Info Tekno Siaga (Adapundi) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan yang bertanggung jawab melalui kegiatan literasi dan inklusi keuangan bertema “Kupas Inovasi Keuangan Digital: Dorong Inklusi dan Literasi Bersama Pindar” yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.

Kegiatan ini menyasar dua segmen strategis, yakni mahasiswa jurusan pariwisata dan pelaku UMKM di Bali. Fokus tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkatan literasi keuangan pada kelompok masyarakat produktif.

Literasi Keuangan: Fondasi Inklusi Keuangan yang Berkelanjutan

Meski akses terhadap layanan keuangan digital semakin luas, pemahaman masyarakat dalam menggunakannya secara tepat dan aman masih perlu terus diperkuat. Tantangan tersebut terlihat dari masih adanya aduan terkait pinjaman online ilegal yang datang dari berbagai kelompok masyarakat.

YLPK Bali pada 2023 bahkan pernah menyampaikan bahwa aduan soal pinjol ilegal datang dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa hingga korban PHK, dan pada puncaknya pernah mencapai sekitar 200-an laporan dalam sehari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan tetap menjadi kebutuhan penting, termasuk di Bali yang memiliki keterkaitan erat dengan industri pariwisata. Dalam konteks ini, penguatan pemahaman keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi semakin relevan agar mereka lebih siap mengelola keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, serta menghadapi dinamika ekonomi daerah secara lebih bijak.

Meski demikian, tingginya akses belum selalu diikuti oleh pemahaman yang merata mengenai cara menggunakan layanan keuangan secara tepat. Kesenjangan ini menjadi penting untuk diperhatikan, terutama di kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM yang semakin dekat dengan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Terutama bagi Bali yang kuat dengan industri pariwista, peningkatan literasi keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi penting agar mereka lebih siap mengelola keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, dan menghadapi dinamika ekonomi daerah secara lebih bijak.

Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Adapundi sebagai pinjaman daring yang legal dan berizin OJK, memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyediakan akses pembiayaan. Industri juga perlu mengambil bagian dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, dan tanggung jawab dalam penggunaan layanan keuangan digital.

Adapundi berharap masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan finansial, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara tepat.

Achmad Indrawan, selaku Direktur Utama Adapundi, yang menjadi pembicara dalam kegiatan literasi kali ini mengatakan,“Keputusan finansial hari ini, menentukan masa depan kita. Melalui literasi finansial yang dihadirkan Adapundi, kami berharap mahasiswa dan UMKM bisa lebih mindful dalam meminjam—lebih bijak, lebih bertanggung jawab, dan membangun perjalanan finansial yang sehat ke depan."

Bagi kalangan mahasiswa, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini menjadi semakin relevan. Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola arus kas, serta memahami konsekuensi dari keputusan pinjaman merupakan bagian penting dari pembentukan perilaku finansial yang sehat.

Karena itu, program edukasi keuangan yang menyasar generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi keuangan masyarakat di masa depan.

Sumber :

1 2 3

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER