"Acara ini bukan sekedar seremonial, tetapi memiliki makna luar biasa untuk membangun silaturahmi. Sebagai Bupati, saya ingin selalu dekat dengan masyarakat dalam keadaan apa pun," ujar M. Syukur.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai infrastruktur, Bupati mengakui kondisi jalan di wilayah tersebut masih memprihatinkan.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Merangin menghadapi tantangan berat berupa pemotongan anggaran dari pemerintah pusat mencapai ratusan miliar rupiah sejak tahun 2024. Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa efisiensi tetap dilakukan.
"Tahun 2025, meski anggaran dipotong Rp150 miliar, kita berhasil membangun hampir 18 km jalan. Untuk tahun ini, pemotongan anggarannya Rp240 miliar. Karena anggaran aspal terbatas, kita mengubah strategi dengan pengadaan alat berat (grader dan vibro) di setiap wilayah agar jalan rusak tetap fungsional dan bisa dilewati warga," jelasnya.
Selain infrastruktur, Bupati juga memaparkan sejumlah program sosial dan pendidikan yang diluncurkan pada tahun 2026 seperti beasiswa pendidikan untuk mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, kursus bahasa asing gratis di setiap kecamatan, bantuan untuk 18 Pondok Pesantren serta program replanting dan subsidi bibit sawit.
Menutup rangkaian acara, Bupati menyerahkan bantuan pribadi Lavita Syukur untuk 28 anak yatim piatu, bantuan Baznas Rp 1.500.000 danan program CSR Bank 9 Jambi senilai Rp 5.000.000.