Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi Kota Jambi BAHAGIA, khususnya pada aspek Agamis yang menekankan peningkatan kualitas akhlak, penguatan budaya, serta pelestarian kearifan lokal sebagai identitas dan potensi daerah.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini. Tanpa dukungan keluarga dan guru, pembentukan karakter generasi muda tidak akan maksimal,” katanya.
Untuk memastikan penilaian berlangsung objektif dan profesional, panitia menghadirkan dewan juri dari unsur Tim Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kementerian Agama Kota Jambi, serta TP-PKK Kota Jambi.
Melalui kegiatan Semarak Ramadan ini, Pemkot Jambi berharap para peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas,
sementara panitia menjaga kelancaran dan kondusivitas acara. Dengan demikian, pembinaan generasi muda yang berkarakter religius dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Jambi.