Hal ini menjadikannya salah satu intelektual muda yang diperhitungkan, baik di dalam maupun luar negeri.
Hafiz 30 Juz dan Menguasai Banyak Bahasa
Di tengah kesibukan membantu keluarga, Ghazi berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an di usia 14 tahun. Setahun kemudian, ia juga menyelesaikan hafalan kitab hadis Bulughul Maram.
Tak berhenti di situ, ia juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penguasaan bahasa. Hingga usia 24 tahun, ia telah mempelajari lebih dari 10 bahasa asing, di antaranya:Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, hingga beberapa bahasa Afrika.
Kemampuan ini menjadi modal penting dalam kiprahnya di forum internasional.
Mewakili Indonesia di Panggung Dunia
Prestasi Ghazi semakin terlihat saat ia aktif mewakili Indonesia di berbagai forum global sejak usia 17 tahun.
Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, di antaranya:
- World Muslim Conference (Malaysia)
- Future Leader Congress (Thailand)
- International Muslim Intellectual Forum (Turki)
- World Youth Summit di Jenewa, Swiss
Bahkan pada usia 19 tahun, ia menjadi pembicara termuda dalam forum internasional di Georgetown University, Amerika Serikat.
Tidak hanya itu, pada tahun 2022, Ghazi juga terlibat sebagai inisiator dalam penyusunan World Youth Charter di United Nations (UN) Geneva.