okocrypto mengumumkan pencapaian 5 juta pengguna sejak berdiri pada 2018. Capaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto dengan basis pengguna dan volume transaksi terbesar di Indonesia.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna yang telah mempercayakan Tokocrypto sebagai platform perdagangan aset kripto pilihan mereka. Menurutnya, pencapaian 5 juta pengguna bukan sekadar pertumbuhan dari sisi jumlah, tetapi juga menjadi bukti semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan aset kripto yang aman, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna yang telah percaya dan tumbuh bersama. Capaian 5 juta pengguna ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kepercayaan masyarakat terhadap Tokocrypto. Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana kepercayaan ini dapat terus kami jawab dengan layanan yang semakin baik, edukasi yang berkelanjutan, serta inovasi yang relevan bagi kebutuhan pengguna,” ujar Calvin.
Pertumbuhan Pengguna di Atas Rata-Rata Nasional
Sejak berdiri pada 2018, Tokocrypto terus mencatat pertumbuhan pengguna secara konsisten. Di tengah pertumbuhan industri aset kripto nasional yang juga terus meningkat, Tokocrypto mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 5% per bulan, atau berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta akun per Maret 2026, meningkat 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 21,07 juta akun. Tren ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto masih terus berkembang.
“Minat masyarakat terhadap aset kripto terus meningkat karena kripto semakin dikenal dan lebih mudah diakses. Kami melihat penetrasi industri ini semakin luas, bukan hanya di kota besar, tetapi juga di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang percaya terhadap aset kripto sebagai bagian dari ekosistem finansial digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini,” ujar Calvin.
Didominasi Usia Produktif dan Kalangan Pekerja
Berdasarkan data internal Tokocrypto, mayoritas pengguna platform berasal dari kelompok laki-laki sebesar 76%, sementara pengguna perempuan mencapai 24%. Dari sisi usia, pengguna didominasi oleh kelompok usia produktif, terutama usia 18–35 tahun yang mencakup lebih dari 60% dari total pengguna.
Partisipasi dari kelompok usia lainnya juga terus berkembang, mulai dari usia 36–50 tahun hingga kelompok usia di atas 50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin diminati oleh berbagai kelompok usia, meskipun adopsinya masih didominasi oleh generasi muda dan masyarakat usia produktif.
Dari sisi pekerjaan, pengguna Tokocrypto paling banyak berasal dari kalangan karyawan. Posisi berikutnya ditempati oleh mahasiswa, kemudian disusul oleh pengusaha. Sementara itu, berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pengguna Tokocrypto terbesar, diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Calvin menilai, profil pengguna tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda, pekerja, pelajar, dan pelaku usaha yang mulai melihat aset digital sebagai bagian dari aktivitas finansial mereka.
“Data ini menunjukkan bahwa penetrasi aset kripto semakin luas dan mulai menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperluas akses dan literasi, termasuk ke kota-kota kecil yang belum sepenuhnya tersentuh edukasi finansial digital, agar semakin banyak masyarakat dapat memahami aset kripto secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Calvin.
Hadir dalam Perjalanan Hidup Pengguna
Tokocrypto juga melihat pencapaian 5 juta pengguna sebagai bukti bahwa platform tidak hanya hadir sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak pengguna. Sejumlah pengguna disebut telah merasakan dampak positif dari aktivitas investasi maupun trading kripto.