Dalam tausiahnya, Ustaz Abi Mahbubi mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum membangun keikhlasan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, hakikat kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan, melainkan pada kesediaan manusia mengorbankan ego demi kemaslahatan bersama.
Usai salat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Sulaiman. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat dan tamu undangan makan bersama di halaman masjid, sebelum akhirnya dilakukan pemotongan satu ekor sapi kurban.
Di desa yang sederhana itu, Idul Adha kembali mengajarkan satu hal penting: bahwa kekuatan sebuah daerah bukan hanya dibangun oleh kekuasaan,
melainkan oleh kedekatan pemimpin dengan rakyatnya, serta keimanan yang hidup di tengah masyarakat.