Selain itu, disoroti juga pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcomes), didukung digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah. Menurutnya, birokrasi tidak boleh hanya fokus pada penyerapan anggaran, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Begitu juga fokus utama pembangunan, harus pada layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perlindungan sosial.
Di tengah tantangan global, pemerintah daerah juga diminta memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah, termasuk menghadapi ancaman krisis ekonomi, ketahanan pangan, serta dampak perubahan iklim.
Menutup amanatnya, Wabup A Khafid menyampaikan harapan agar semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong dalam mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bangsa Indonesia.
Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai langkah kita semua,” ucap A Khafid.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Perangkat Daerah, para camat serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.
diakhir Upacara Wabup A Khafid menyerahkan piagam penghargaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang aktif dalam menggunakan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dalam mengelola surat-menyurat dan arsip elektronik.