Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan pesan yang sejalan dengan tema kegiatan, yakni pentingnya memperkuat kebersamaan dalam membangun masa depan generasi muda.
UAS menjelaskan bahwa ada tiga hal mendasar yang seharusnya menjadi pengingat bagi manusia agar senantiasa menjaga persaudaraan dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.
Pertama, seluruh manusia memiliki asal yang sama, yakni berasal dari Nabi Adam dan diciptakan dari tanah. Kedua, setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Ketiga, pada akhirnya manusia akan kembali ke tanah saat dimakamkan.
Menurutnya, kesadaran terhadap tiga hakikat kehidupan tersebut seharusnya melahirkan sikap rendah hati, saling menjaga, saling menasihati, dan saling menguatkan dalam kebaikan.
“Untuk menjaga kebersamaan ini, mari kita jalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah fondasi penting dalam Islam,” ujar UAS.
Ia menegaskan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar harus dilakukan secara bijaksana agar mampu menghadirkan kemaslahatan, keberkahan, serta kerukunan di tengah kehidupan masyarakat.
Tampak antusiasme masyarakat terlihat sungguh sangat luar biasa sepanjang kegiatan berlangsung. Meski hujan sempat menguyur lokasi acara selama beberapa menit, ribuan jemaah tetap bertahan dan mengikuti tausiyah hingga selesai.