JAMBIVIRAL.COM ,BANGKO – Suasana rapat evaluasi Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan (LPPK) di Ruang Pola Lantai 4 Kantor Bupati Merangin, Senin (22/6), mendadak tegang.
Bupati Merangin, M. Syukur, meradang usai mendapati banyak Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat tak hadir alias diwakilkan di tengah rapor merah jebloknya serapan anggaran daerah.
Kekesalan Bupati memuncak saat dirinya melakukan aksi "absen langsung" di awal rapat. Berdasarkan data absensi, beberapa kepala OPD dan Camat hanya mengirimkan perwakilan. Bahkan ada kepala OPD yang tidak hadir dan tidak mengirimkan perwakilan.
"Evaluasi ini bukan hanya soal target berapa yang tercapai. Disinilah tolak ukur kemampuan Bapak dan Ibu untuk menjadi pimpinan," tegas M. Syukur dengan nada bicara yang serius.
Bupati menyatakan, kehadiran fisik para kepala dinas dan camat bersifat wajib karena rapat ini menyangkut nasib program visi-misi pembangunan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Selain masalah absensi pejabat, Bupati M. Syukur juga menyoroti lemahnya serapan anggaran yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Memasuki bulan keenam (Juni) tahun anggaran 2026, idealnya realisasi anggaran daerah sudah berada di atas 40 persen. Namun kenyataannya, banyak OPD dan Kecamatan yang serapan anggarannya masih "jalan di tempat" di bawah 10 persen.