Saksi Fajar Ahmad yang merupakan guru dari SMAKN 10 Merangin menyampaikan bahwa ada beberapa alat praktek yang diterima oleh sekolahnya.
Diantaranya untuk jurusan multimedia menerima barang seperti komputer dan jurusan tata busana yang menerima gunting listrik, mesin jahit, mesin obras pakaian, streem iron table dan beberapa alat lainnya.
Saksi Fajar menyampaikan bahwa dari beberapa alat yang datang, ada yang bisa digunakan dan masih digunakan hingga saat ini, namun tidak sedikit juga yang tak bisa digunakan sama sekali.
Kemudian beberapa alasannya karena ada alat yang rusak, ada yang tidak sesuai spek, ada barang yang harus dirakit terlebih dahulu namun alat untuk merakitnya tidak ada hingga masalah listrik yang tidak sanggup untuk menghidupkan salah satu alat bahkan ada alat yang datang yang tidak ada hubungannya dengan kurikulum pembelajaran di sekolah.
"Jadi ada yang terpakai dan ada yang tidak,bebernya,
Fajar juga akui menjadi salah satu guru yang menerima langsung saat barang tersebut datang. Namun saat barang datang, tidak ada pihak Dinas Pendidikan dan Penyedia yang datang untuk mengecek barang tersebut. "Tidak ada pihak dinas yang datang,"bebernya lagi ,