“Helen’s Play Mart ini kami nilai terkoneksi dengan hotel sekitar yang diduga menjadi tempat singgah, termasuk lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul generasi Hijau (anak-anak usia remaja. )Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya di hadapan massa.
Aliansi juga menyinggung meningkatnya kasus penyakit menular dan peredaran narkoba di Kota Jambi, yang menurut mereka berpotensi memiliki keterkaitan dengan keberadaan tempat hiburan malam.
“Peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan. Kami khawatir tempat ini bisa menjadi pintu masuk peredaran narkoba. Ini ancaman serius bagi regenerasi muda,” lanjutnya.
Dalam tuntutannya, Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu meminta pemerintah daerah, serta para pemangku adat yang memiliki gelar adat, untuk bertindak tegas.
“Jika tidak mampu menutup tempat ini, maka lepaskan gelar adat itu. Jangan mengatasnamakan adat kalau tidak bisa melindungi masyarakat,” serunya.
Massa menilai keberadaan Helen’s Play Mart tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya Melayu Jambi yang menjunjung tinggi kesopanan, kesusilaan, dan ketertiban sosial.
Belum Ada Tanggapan Resmi