“Kami tidak akan berhenti di sini. Perjuangan ini akan terus kami lanjutkan bersama barisan masyarakat adat Melayu Jambi Bersatu sampai Helen’s benar-benar ditutup secara permanen,” ujar Adean Teguh, Jumat, 2 Januari 2026.
ALAT JITU Ini merupakan gabungan berbagai lembaga adat, organisasi masyarakat, dan elemen sosial di Jambi menyatakan memiliki satu pandangan dalam menyikapi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Saat ini, fokus utama mereka tertuju aktivitas Helen’s Play Mart, sebuah usaha hiburan malam berkonsep anak muda yang diduga menyuguhkan minuman beralkohol dan dinilai membawa dampak negatif bagi regenerasi muda.
Menurut ALAT JITU, keberadaan tempat hiburan malam tersebut telah mendorong pergeseran nilai- nilai dan gaya hidup yang menjauh dari norma adat, budaya, dan agama masyarakat Melayu Jambi.
Selain itu, beredar pula laporan masyarakat terkait dugaan sering terjadinya keributan antar pengunjung, yang diduga dipicu karna konsumsi minuman beralkohol.
Kemudian dari segi Aspek lain yang menjadi sorotan adalah penampilan pengunjung, khususnya perempuan, yang dinilai tidak mencerminkan etika dan kesopanan adat setempat.