" Tuntutan tutup HPM itu harga mati, sebagai masyarakat adat di Jambi wajib ikut serta menguji nyali sebagai pejuang adat yang kita hormati,
Tak hanya itu, langkah-langkah kongrit juga telah disiapkan oleh ALAT JITU untuk mendesak element yang selama ini berekedok membela adat tapi tidak ada bukti nyata. Selain itu, gelombang barisan untuk membela marwah adat di tanah pilih ini terus meningkat, seiring terbukanya mata dan gerakan nurani untuk memperjuangkan, agar tempat sakral yang dibuat HPM untuk aktivitas hiburan yang mengandung nilai maksiat tutup secara permanen.
" Respon elemen ini kami tunggu, jika ini terus tak diindahkan, masyarakat adat akan bergerak dengan hukum adat, " pungkasnya.