“Dengan adanya bantuan ini, petani tidak lagi bekerja secara konvensional. Pengolahan lahan menjadi lebih cepat serta hasilnya yang diharapkan meningkat,”
Total 150 unit alsintan yang diterima terdiri dari traktor roda dua singkal sebanyak 36 unit, traktor roda empat 11 unit, rice transplanter 11 unit, traktor roda crawler atau rotavator 20 unit, pompa air 3 inci sebanyak 20 unit, serta pompa air 6 inci sebanyak 12 unit untuk brigade pangan.
brigade dinas juga memperoleh tambahan alsintan berupa 20 unit traktor roda dua singkal, 14 unit traktor roda empat, lima unit traktor crawler atau rotavator, serta satu unit drone pertanian untuk mendukung pertanian presisi.
Fadhil Arief mengungkapkan bahwa Kabupaten Batang Hari saat ini berada di ambang swasembada pangan. Pada tahun sebelumnya, daerah ini masih mengalami kekurangan sekitar 55 ton beras, namun ia tetap optimistis target tersebut dapat ditutup bahkan melampaui kebutuhan pada 2026.
“Tahun lalu kita masih minus sekitar 55 ton. Tahun ini kita optimistis bisa menutup kekurangan itu, bahkan berkontribusi bagi daerah lain,
pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani. Sejak 2022, Pemkab Batang Hari telah memperkuat peran PPL tangguh sebagai ujung tombak pendampingan petani.