Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan pihaknya mengerahkan 11 armada pemadam kebakaran dengan kekuatan sekitar 80 personel. Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam, terkendala akses jalan yang sempit serta cepatnya api membesar akibat material mudah terbakar.
Petugas juga menemukan satu korban jiwa di dalam bangunan kios dalam kondisi mengenaskan. Evakuasi dilakukan menggunakan perlengkapan khusus karena suhu di dalam bangunan masih sangat panas. Selain itu, petugas mengamankan beberapa tabung gas yang belum sempat meledak untuk mencegah kebakaran susulan.
Sebagai informasi tambahan, pascakejadian, pemerintah setempat bersama aparat kepolisian melakukan penutupan sementara akses jalan di sekitar lokasi guna memudahkan proses pendinginan dan penyelidikan. Warga terdampak juga mulai didata untuk kemungkinan bantuan darurat, termasuk kebutuhan tempat tinggal sementara dan logistik dasar.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, dugaan awal mengarah pada kelalaian penggunaan tabung gas di salah satu kios makanan. Total kerugian material diperkirakan melampaui Rp300 juta, belum termasuk kerugian ekonomi para pedagang yang kehilangan mata pencaharian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan peralatan gas di kawasan padat penduduk, sekaligus perlunya sistem keamanan dan kesiapsiagaan kebakaran yang lebih baik di lingkungan perkotaan.