"Ini karena diminta oleh masyarakat. Sebelumnya kita menerima pengaduan langsung, tatap muka. Tapi ternyata perkembangan zaman," katanya.
Ia berharap aplikasi Rumah Bunda dapat mendorong masyarakat untuk lebih berani dan terbuka dalam menyampaikan kebutuhan, keluhan, maupun masukan terhadap pelayanan pemerintah.
"Kita harapkan lebih berani, lebih terbuka untuk menyampaikan apa yang mereka perlukan, apa yang mereka rasakan, bahkan masukan dari masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Batang Hari juga melibatkan jajaran relawan di lapangan untuk mengedukasi dan memotivasi warga agar memanfaatkan saluran pengaduan resmi ini dengan aman.
"Kita ingin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka dilindungi pada saat melakukan sesuatu terhadap pelayanan pemerintah kabupaten dan tidak akan diberlakukan yang aneh-aneh," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan jajaran pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri dengan tingkat pelayanan yang ada saat ini, melainkan harus peka menangkap persoalan di lapangan sebagai bahan evaluasi.