Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi tantangan untuk berduel hingga terjadi perkelahian yang berujung pada meninggalnya korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, motif terjadinya pembunuhan adalah konflik pribadi yang berawal dari ketersinggungan,” demikian disampaikan Kasat Reskrim dalam press release.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui dirinya sebagai orang yang melakukan pembunuhan terhadap Kasmiadi alias Begug. Tersangka juga menerangkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan seorang diri.
Sesampainya di lokasi, terjadi perkelahian antara tersangka dan korban. Setelah korban terjatuh, tersangka kemudian melakukan tindakan kekerasan hingga korban tidak berdaya.
Usai kejadian, tersangka meninggalkan lokasi dan mendatangi rumah seorang saksi bernama Evan. Dari rumah tersebut, tersangka mengambil sebuah linggis yang kemudian dibawa kembali ke Area Tanah Merah.
Tersangka selanjutnya melakukan upaya menyembunyikan korban dengan membuat lubang di lokasi tersebut. Setelah proses penggalian dilanjutkan, korban kemudian dimasukkan ke dalam lubang dan lokasi tersebut ditutup kembali.